Wednesday, October 5, 2011

ASAL USUL MANUSIA MENURUT TEORI DARWIN

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang dianugerahkan akal pikiran. Asal usul manusia berawal dari seekor kera yang mengalami berbagai tahap perubahan hingga menjadi manusia seutuhnya. Latar belakang saya menggunakan artikel ini untuk tugas saya adalah  karena teori dari Darwin dapat diuji  kebenarannya. Tujuannya agar semakin banyak orang mengerti tentang asal usul dari manusia itu sendiri.  Batasan masalah yang akan dibahas disini adalah asal usul manusia dimulai dari kera dan berbagai contoh fosil sebagai bukti dari teori Darwin.

ASAL USUL MANUSIA

Darwin mengajukan penyataannya bahwa manusia dan kera berasal dari satu nenek moyang yang sama dalam bukunya The Descent of Man, terbitan tahun 1871. Sejak saat itu hingga sekarang, para pengikut jalan Darwin telah mencoba mendukung pernyataannya. Tatapi meskpun berbagai penelitian telah dilakukan, pernyataan mengenai "evolusi manusia" tidak didukung oleh penemuan ilmiah yang nyata, khususnya dalam hal fosil.
Kebanyakan masyarakat awam tidak menyadari kenyataan ini, dan berfikir bahwa pernyataan evolusi manusia didukung oleh banyak bukti yang kuat. Penyebab adanya opini yang keliru ini adalah bahwa permasalahan ini sering dibahas dalam media dan dihadirkan sebagai fakta yang terbukti. Tetapi yang benar-benar ahli dalam masalah ini menyadari bahwa tidak ada landasan ilmiah bagi pernyataan evolusi manusia. David Pilbeam, ahli paleoanthropologi dari Harvard University, mengatakan: “Jika Anda mengundang seorang ilmuwan dari bidang ilmu yang lain dan menunjukkan padanya sedikitnya bukti yang kita miliki ia tentu akan mengatakan, "Lupakan saja; itu tidak cukup untuk diteruskan.”
Dan William Fix, seorang penulis sebuah buku penting dalam bidang paleoanthropologi, berkomentar: “Seperti yang telah kita lihat, ada banyak ilmuwan dan orang-orang populer saat ini yang memiliki nyali untuk mengatakan bahwa ‘tidak ada keraguan’ tentang bagaimana manusia berasal. Jika saja mereka memiliki bukti.”
Tetapi apakah landasan gagasan evolusi manusia yang diajukan oleh para evolusionis? Ialah adanya banyak fosil yang dengannya para evolusionis bisa membangun tafsiran-tafsiran khayalan. Sepanjang sejarah, telah hidup lebih dari 6.000 spesies kera, dan kebanyakan dari mereka telah punah. Saat ini, hanya 120 spesies yang hidup di bumi. Enam ribu atau lebih spesies kera ini, di mana sebagian besar telah punah, merupakan sumber yang melimpah bagi evolusionis.Pernyataan evolusi ini, yang "miskin akan bukti," memulai pohon kekerabatan manusia dengan satu kelompok kera yang telah dinyatakan membentuk satu genus tersendiri, Australopithecus. Menurut pernyataan ini, Australopithecus secara bertahap mulai berjalan tegak, otaknya membesat, dan ia melewati serangkaian tahapan hingga mencapai tahapan manusia sekarang (Homo sapiens). Tetapi rekaman fosil tidak mendukung skenario ini. Meskipun dinyatakan bahwa semua bentuk peralihan ada, terdapat rintangan yang tidak dapat dilalui antara jejak fosil manusia dan kera. Lebih jauh lagi, telah terungkap bahwa spesies yang digambarkan sebagai nenek moyang satu sama lain sebenarnya adalah spesies masa itu yang hidup pada periode yang sama. Ernst Mayr, salah satu pendukung utama teori evolusi abad ke-20, berpendapat dalam bukunya One Long Argument bahwa "khususnya [teka-teki] bersejarah seperti asal usul kehidupan atau Homo sapiens, adalah sangat sulit dan bahkan mungkin tidak akan pernah menerima penjelasan akhir yang memuaskan."
Di lain pihak, terdapat perbedaan yang berarti dalam susunan anatomi berbagai ras manusia. Terlebih lagi, perbedaannya semakin besar antara ras prasejarah, karena seiring dengan waktu ras manusia setidaknya telah bercampur satu sama lain dan terasimilasi. Meskipun demikian, perbedaan penting masih terlihat antara berbagai kelompok populasi yang hidup di dunia saat ini, seperti, sebagai contoh, ras Scandinavia, suku pigmi Afrika, Inuits, penduduk asli Australia, dan masih banyak lagi yang lain.
Tidak terdapat bukti untuk menunjukkan bahwa fosil yang disebut hominid oleh ahli paleontologi evolusi sebenarnya bukanlah milik spesies kera yang berbeda atau ras manusia yang telah punah. Dengan kata lain, tidak ada contoh bagi satu bentuk peralihan antara manusia dan kera yang telah ditemukan.
Setelah semua penjelasan umum ini, sekarang mari kita telaah bersama hipotesis evolusi manusia.

Pohon Kekerabatan Manusia Yang Dibuat-Buat
Pernyataan Darwin mendukung bahwa manusia modern berevolusi dari sejenis makhluk yang mirip kera. Selama proses evolusi tanpa bukti ini, yang diduga telah dimulai dari 5 atau 6 juta tahun yang lalu, dinyatakan bahwa terdapat beberapa bentuk peralihan antara manusia moderen dan nenek moyangnya. Menurut skenario yang sungguh dibuat-buat ini, ditetapkanlah empat kelompok dasar sebagai berikut:
1. Australophithecines (berbagai bentuk yang termasuk dalam genus Australophitecus)
2. Homo habilis
3. Homo erectus
4. Homo sapiens
Genus yang dianggap sebagai nenek moyang manusia yang mirip kera tersebut oleh evolusionis digolongkan sebagai Australopithecus, yang berarti "kera dari selatan." Australophitecus, yang tidak lain adalah jenis kera purba yang telah punah, ditemukan dalam berbagai bentuk. Beberapa dari mereka lebih besar dan kuat ("tegap"), sementara yang lain lebih kecil dan rapuh ("lemah")
Para evolusionis menggolongkan tahapan selanjutnya dari evolusi manusia sebagai genus Homo, yaitu "manusia." Menurut pernyataan evolusionis, makhluk hidup dalam kelompok Homo lebih berkembang daripada Australopithecus, dan tidak begitu berbeda dengan manusia moderen. Manusia moderen saat ini, yaitu spesies Homo sapiens, dikatakan telah terbentuk pada tahapan evolusi paling akhir dari genus Homo ini. Fosil seperti "Manusia Jawa," "Manusia Peking," dan "Lucy," yang muncul dalam media dari waktu ke waktu dan bisa ditemukan dalam media publikasi dan buku acuan evolusionis, digolongkan ke dalam salah satu dari empat kelompok di atas. Setiap pengelompokan ini juga dianggap bercabang menjadi spesies dan sub-spesies, mungkin juga. Beberapa bentuk peralihan yang diusulkan dulunya, seperti Ramapithecus, harus dikeluarkan dari rekaan pohon kekerabatan manusia setelah disadari bahwa mereka hanyalah kera biasa.
Dengan menjabarkan hubungan dalam rantai tersebut sebagai "Australopithecus > Homo Habilis > Homo erectus > Homo sapiens," evolusionis secara tidak langsung menyatakan bahwa setiap jenis ini adalah nenek moyang jenis selanjutnya. Akan tetapi, penemuan terbaru ahli paleoanthropologi mengungkap bahwa australopithecines, Homo habilis dan Homo erectus hidup di berbagai tempat di bumi pada saat yang sama. Lebih jauh lagi, beberapa jenis manusia yang digolongkan sebagai Homo erectus kemungkinan hidup hingga masa yang sangat moderen. Dalam sebuah artikel berjudul "Latest Homo erectus of Java: Potential Contemporaneity with Homo sapiens ini Southeast Asia," dilaporkan bahwa fosil Homo erectus yang ditemukan di Jawa memiliki "umur rata-rata 27 ± 2 hingga 53.3 ± 4 juta tahun yang lalu" dan ini "memunculkan kemungkinan bahwa H. erectus hidup semasa dengan manusia beranatomi moderen (H. sapiens) di Asia tenggara"
Lebih jauh lagi, Homo sapiens neanderthalensis (manusia Neanderthal) dan Homo sapiens sapiens (manusia moderen) juga dengan jelas hidup bersamaan. Hal ini sepertinya menunjukkan ketidakabsahan pernyataan bahwa yang satu merupakan nenek moyang bagi yang lain.
Pada dasarnya, semua penemuan dan penelitian ilmiah telah mengungkap bahwa rekaman fosil tidak menunjukkan suatu proses evolusi seperti yang diusulkan para evolusionis. Fosil-fosil, yang dinyatakan sebagai nenek moyang manusia oleh evolusionis, sebenarnya bisa milik ras lain manusia atau milik spesies kera.
Contoh-contoh fosil :







Pernyataan bahwa Australopithecus dan Homo habilis berjalan tegak dibantah oleh analisis telinga dalam yang dilakukan oleh Fred Spoor. Ia bersama kelompoknya membandingkan pusat-pusat keseimbangan di telinga dalam, dan menunjukkan kedua spesies bergerak dengan cara yang sama seperti kera masa kini.



HOMO ERECTUS BERUSIA 10 RIBU TAHUN


Dua tengkorak ini, yang ditemukan pada tanggal 10 Oktober 1967 di Kow Swamp, Victoria, Australia, diberi nama Kow Swamp I dan Kow Swamp V.

Alan Thorne dan Philip Macumber yang menemukan kedua tengkorak ini, menafsirkan keduanya sebagai tengkorak Homo sapiens, padahal keduanya memiliki banyak ciri yang mengingatkan kita pada Homo erectus. Satu-satunya alasan mengapa keduanya dianggap Homo sapiens adalah fakta bahwa keduanya diperkirakan berumur 10 ribu tahun. Para evolusionis tak berharap menerima fakta bahwa Homo erectus, yang mereka anggap sebagai spesies "purba" dan hidup 500 ribu tahun sebelum manusia masa kini, adalah suatu ras manusia yang hidup 10 ribu tahun yang lalu.



KEBUDAYAAN BERLAYAR HOMO ERECTUS "Ancient mariners: Early humans were much smarter than we suspected " (Pelaut purba: manusia kuno lebih pintar dari yang kita sangka). Menurut artikel New Scientist terbitan 14 Maret 1998 ini, manusia yang dinamai Homo erectus oleh evolusionis, telah melakukan pelayaran sejak 700 ribu tahun yang lalu. Tentu saja, mustahil menganggap manusia yang mempunyai pengetahuan, teknologi, dan budaya berlayar sebagai purba.


Sebuah tulang muka yang ditemukan di Atapuerca di Spanyol, menunjukkan bahwa manusia dengan struktur wajah yang sama dengan kita telah hidup pada 800 ribu tahun yang lalu.


Jejak kaki manusia yang berumur 3,6 juta tahun di Laetoli, Tanzania.


Manusia berasal dari kera yang mengalami proses panjang hingga menjadi bentuk yang sempurna. Disamping itu juga manusia memiliki akal pikiran yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Manusia  dengan segala anugerah yang dimiliknya seharusnya lebih menghargai ciptaan Tuhan. Kita patut berbangga menjadi manusia yang mempunyai akal pikiran.   


sumber : harunyahya.com
images by : picasa

8 komentar:

Wahyu Kurniawan said...

izin copy :)

Nuri Yati said...

Teori darwin terbantahkan karena manusia pertama kali dicipatakan Allah adalah nabi adam.,.tertulis jelas di dalam al-qur'an.

Unknown said...

minta izin copy..terima kasih : )

Maulana Akbar said...

thanks a million,

zainal prima putra said...

mksh teorinyo akhirnyo selesai jugo tugas aku

Chajatullah Romas said...

nabi adam bukan manusia/model seperti manusia pertama didunia sebab Allah telah menciptakan jin sebelum adam yg fisik dan fisiologisnya(basyarnya) mirip sekali dg adam baca blog saya dr romas idea yng menerangkan dg dalil aqli dan naqli bahwa jin iblis dan setan bukan makhluk halus /)gaib

ALIS SENTOSA said...

Sy lebih meyakini bahwa kejadian diciptakannya Adam terjadi di daerah tanah subur banyak bahan orgnik sebagai sumber kehidupan dan letaknya di bumi yg kita pijak ini. Tanah subur banyak pepohonan dan buah-buahan apabila tertata rapih maka layak disebut sorga apakah itu namanya Eden, Firdaus, atau Adnin tidak masalah. Terciptanya Adam hemat pemikiran sy, bukan melalui proses kloning seperti kloning domba melainkan dimulai dari proses mutasi genetik.
Dalam QS. Al-Hijr [15]: 28-29. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka, apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”; dan dalam QS.Arrahman 55:14. Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. Dari kedua ayat ini seakan menegaskan bahwa manusia itu dibuat dari tanah liat kering seperti tembikar yang berasal dari lumpur; dan tanah liat kering inilah yang menjadi faktor terjadinya manusia. Kedua ayat ini bisa ditafsirkan lebih dalam lagi bahwa tanah liat kering seperti tembikar yang berasal dari lumpur hitam itu kaya akan bahan organik terdapat mikroorganisme yg karena sesuatu hal oleh penyebab keringnya lumpur itu menjadikan mikroorganisme mengalami mutasi genetik. Kalimat “lumpur hitam yang diberi bentuk” [dalam QS.Al-Hijr] ini, sy lebih memaknai ke arah suatu kejadian yang menimbulkan mutasi genetik bukan memiliki arti dibentuk seperti patung manusia. Mikroorganisme yang mengalami mutasi genetik itu yg berada pada tanah kering itu berada ditengah lumpur hitam yang memungkinkan mereka terus hidup berkembang biak membentuk koloni seperti organ tubuh manusia (terjadi proses); inilah yang dimaksudkan dengan kalimat “menyempurnakan kejadiannya” adalah proses tumbuh-kembangnya mikroorganisme membentuk organ-organ tubuh manusia hingga lengkap sempurna ditutup oleh daging dan kulit. Setelah terbentuk tubuh manusia sempurna maka Alloh SWT kemudian meniupkan Ruh kepadanya.
QS.Ali Imran 3:59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. Ayat ini dapat dijadikan penegasan bahwa diciptakannya Adam dari tanah mirip dengan proses terciptanya Isa di dalam rahim Maryam; yang artinya terdapat proses kejadian yaitu dari tidak ada kemudian muncul sel yang amat sangat kecil kemudian memperbanyak diri (mitosis) berkembang membesar membentuk cikal bakal organ secara lengkap termasuk system syarapnya maka ditiupkanlah ruhnya. Jadi dari Ayat ini secara tegas bahwa penciptaan Adam bukanlah suatu kejadian sim-salabim-aba-kadabra tiba-tiba dari patung tanah jadi adam hidup; bukan demikian adanya. Seperti juga penciptaan jagat-raya ini bukan terjadi sim-salabim-aba-kadabra melainkan suatu proses yang panjang memakan waktu enam masa.
Teori terciptanya Adam yg saya uraikan itu akan menjadi tidak relepan kalau dalam keterangan Al-Qur’an bahwa Adam diciptakan dari batu ditempat bebatuan kering. Karena dibebatuan amat sangat miskin senyawa-senyawa organic seperti asam amino yang amat dibutuhkan oleh mahluk hidup. Untuk membuktikan teori ini dapat diteliti hipotesisnya adalah ada kemungkinan besar bahwa famili mikroorganisme yang tidak mengalami mutasi terus berkembang biak dan ada ditubuh manusia didaerah serupa dengan habitat asalnya yaitu boleh jadi terdapat pada usus besar manusia. Untuk itu perlu diteliti dan dibandingkan struktur DNA manusia dengan struktur DNA mikroorganisme usus untuk mengetahui adakah kemiripan yg signifikan satu samalainya. Kalo memang ternyata hipotesis ini terbukti maka teori diatas mendekati kebenaran.

jawir jongat said...

gak ada evolusi manusia. al quran gak jelasin kaya gitu. lagian itu kan baru teori darwin, bukan fakta darwin.
kalo emang ada itu evolusi, pasti ada manusia yang setengah manusia setengah kera. tapi gak ada kan.

Post a Comment